Apa yang pertama kali muncul di benak pikiran kita, bila mendengar kata “ban”. Karet bundar, menyebutkan merek ban, roda mobil, hitam dan sebagainya. Ya, banyak sekali yang muncul di benak kita saat mendengar kata “ban”. Sangat beragam jawabannya dari masing-masing kita bila mendengar kata “ban”.

Fungsi
1. Menahan seluruh berat kendaraan
2. Memindahkan tenaga ke permukaan jalan
3. Memindahkan gaya pengereman ke permukaan jalan
4. Menjadikan sistem kemudi dapat bekerja
5. Mengurangi kejutan yang disebabkan oleh permukaan jalan yang tidak rata


Konstruksi Ban


Carcass merupakan rangka ban yang keras, berfungsi untuk menahan udara yang bertekanan tinggi, tetapi harus cukup flexibel untuk meredam perubahan beban dan benturan

Tread berfungsi untuk melindungi carcass terhadap keausan dan kerusakan yang dsebabkan oleh permukaan jalan

Sidewall adalah lapisan karet yang menutup bagian samping ban dan melindungi carcass terhadap kerusakan dari luar

Breaker terletak antara carcass dan tread yang memperkuat daya rekat keduanya, dan meredam kejutan yang timbul dari permukaan jalan ke carcass

Bead berfungsi untuk mencegah robeknya ban dari rim oleh oleh karena berbagai gaya yang bekerja


Tentunya, kita sudah paham betul, fungsi dari ban itu apa, walaupun tidak secara langsung bersinggungan dengan segala aktifitas kita beserta mobilitas kita. Bagi yang menggunakan kendaraan pribadi, ban adalah salah satu komponen kendaraan yang sangat penting. Kenapa ? bisa dibayangkan, bila kita menghadapi permasalahan seputar ban, dari yang teringan (sepele) hingga yang terberat. Sebut saja, dari ban kempes, ban bocor, bikin BT ajah..ya :D, apalagi yang pernah mengalami ban bocor saat berangkat ke sekolah ataupun ke kantor, bisa dibayangkan, ada rasa panik, walaupun tingkatannya berbeda dari masing-masing individu. Akupun, pernah mengalaminya, saat berangkat kerja, ban sepeda motor bocor, jam masuk kantor sudah mepet lagi. Ada juga yang riskan, ban bocor pada malam hari di tengah jalan yang sepi… hiiii syereemm, jangan sampai deh…  yang tambah menyebalkan adalah, mengganti ban bocor tersebut dengan ban serep, capek-capek kita mendongkrak, membuka baut ban secara bersilangan hingga selesai, duh, capeknya.. yang lebih menyeremkan lagi, pecah ban pada kecepatan tinggi, ndak usah dibayangkan selanjutnya….
Tahukah kita, bahwa ban juga bisa dilihat sejarah dan peruntukkannya dan mengandung arti tersendiri, salah satunya dari kapan ban tersebut dibuat, ada tanda “lahir”nya, umumnya terletak di samping ban, cara melihat angkanya adalah dalam satuan minggu dan tahun, terdiri dari empat digit, biasanya dalam lingkaran elips atau kotak di dinding ban, misalkan tertulis 3807, artinya ban tersebut dibuat pada minggu ke 38 pada tahun 2007, contoh lain, 2709, artinya ban tersebut dibuat pada minggu ke 27 pada tahun 2009, dua angka pertama adalah mingguannya, dua angka terakhir adalah tahun pembuatannya. Coba cek ban di kendaraan kesayangan kita masing2.. pasti ada deh tulisannya yang juga merupakan akte “lahir” dari ban.

Mungkin diantara kita pernah melihat deretan angka dan huruf di dinding ban mobil, misalkan angka 185/70 R14H, tertera di dinding ban mobil.

- Artinya, angka 185 adalah lebar ban dalam satuan mm
- Angka 70 adalah ketebalan ban atau tinggi ban dalam persentase dengan lebar ban.
  Angka 70, berarti 70 %
- R, jenis konstruksi ban yang bernamakan radial
- 14, adalah ring, diameter pelek mobil yang bisa dipakai dalam ban tersebut, satuannya inchi.

- Huruf “H” simbol kecepatan maksimum yang bisa dilewati sebuah ban, ada sejumlah kategori kecepatan dari mulai Q sampai dengan Z yang paling tinggi. Detailnya bisa dilihat di dalam tabel. 1 mil = 1,6 km, tinggal di konversikan sendiri. Untuk kategori Z, umumnya dipakai untuk mobil-mobil sport, eksotis yang mempunyai tenaga mesin besar, diatas rata-rata kendaraan sehari-hari, seperti Ferrari, Lamborghini, Maserati, Porsche, Mc-Laren dsb


Bagaimana dengan angka 225/35 R19 V ? cari sendiri…

Adapula simbol-simbol lainnya, bisa dilihat sendiri di tabel dibawahnya dan attachment file.... :D

Yang tidak kalah penting, adalah melihat dari TWI (Thread Wear Indicator), merupakan indikator batas aman sebuah ban digunakan, bila melewati TWI, sangat beresiko, safety first, bisa-bisa pecah ban. Buat musim hujan seperti saat ini, pastikan masih diatas TWI. Kalau di Eropa, saat pergantian musim, wajib mengganti ban sesuai dengan musimnya, kalau tidak kena tilang, bukan hanya kembangannya tetapi komponnya juga. Di sini ? belum perlu kompon yang berbeda, karena suhu jalan di tanah air, relatif tidak jauh berbeda, jadi tidak perlu mengganti kompon yang berbeda. Terpenting adalah TWI masih cukup. Melihat TWI, adalah batas kembangan dengan dinding ban, disebelah samping, umumnya ada semacam panah. Bila kembangan ban sudah mendekati panah, berarti sudah habis masa pakainya.

Meletakkan ban di toko ban juga disarankan di tata tegak berdiri, bukan ditumpuk tidur, umumnya untuk menjaga keawetan ban yang akan dipakai. Tekanan angin juga perlu diperhatikan. Tidak kempes ataupun terlalu keras. Setiap ban punya tekanan standar masing-masing, ada tertulis didinding ban, satuannya umumnya menggunakan satuan psi. ada juga beban maksimal setiap ban yang bisa ditanggung.
Menariknya, bila kita mencermati, UULLAJ (undang-undang lalu lintas dan angkutan jalan) baru no. 22 tahun 2009, salah satu pasal, yaitu 278, kendaraan bermotor roda 4 atau lebih harus membawa ban cadangan. Nah…, sekarang teknologi otomotif makin maju. Bagaimana pula dengan beberapa mobil-mobil canggih yang tidak punya ban serep, bagaimana pula dengan pemilik mobil BMW seri 3 tahun 2006 keatas hingga sekarang (2012) yang sudah tak dilengkapi ban cadangan karena sudah berteknologi RFT (Run Flat Tyre). Dimana, ban tersebut bila kena paku, tidak langsung serta merta kempes ataupun bocor, umumnya bisa dipakai jalan dengan aman sejauh kurang lebih 150 km, dengan kecepatan maksimal 80 km/jam. Ini untuk memberikan kesempatan buat kita untuk mencari tempat yang aman untuk mengganti ban yang bocor tersebut. Teknologi ban RFT ini berbeda-beda kemampuannya, tergantung merek ban yang diusung. Merek lainnya juga menggunakan teknologi seperti ini. Bagaimanapula dengan VW Touran yang hanya sediakan repair kit untuk tambal ban sendiri jika bocor ? tanpa ada ban serep. Sedikit bergeser, Honda Civic Genio, Maestro, salah satu contoh yang mana ban serepnya berukuran lebih kecil dengan keempat roda lainnya yang sedang terpasang. Ada pula beberapa mobil jenis MPV (Multi Purpose Vehicle), seperti Alphard, Ellyson dsb, yang tidak memakai ban serep dengan alasan agar bagasi lebih luas, tidak termakan buat tempat ban serep.

  •  
    P 205 / 75 R 15 98 H XL
     
    205
    Nominal Bagian Lebar (mm)
    75
    Aspect Ratio (Series)
    R
    Konstruksi Radial
    15
    Diameter Velg
    98
    Indeks Beban (750kg)
    H
    Indeks Kecepatan (210 km/h)
    XL
    Beban Ekstra
     
     
     
     
     
    245 / 75 R 15 C 120/116 L
     
    245
    Nominal Bagian Lebar (mm)
    75
    Aspect Ratio (Series)
    R
    Konstruksi Radial
    15
    Diameter Velg
    C
    Jangkauan Beban (6PR)
    120/116
    Indeks Beban
    (Tunggal/Ganda = 1,400kg/1,250kg)
    L
    Indeks Kecepatan (120 km/h)
     
     
     
     
     
    31 x 10.50 R 15 109 Q
     
    31
    Diameter ban (inci)
    10.50
    Nominal Section Width (inch)
    R
    Konstruksi Radial
    15
    Diameter Velg
    109
    Load Index (1,030kg)
    Q
    Indeks Kecepatan (160 km/h)
     
     
     
     
     
    19 / 57 - 15
     
    19
    Nominal Bagian Lebar (cm)
    57
    Diameter Ban
    15
    Diameter Velg
     
     
     
     

  • hal lain tentang ban

    Membaca spesifikasi ban
    Dinding ban Anda, yang dikenal dengan nama “sidewall”, berisikan semua informasi yang Anda butuhkan untuk mengenal ban Anda. Semua ban, baik Goodyear maupun merek lain, diwajibkan menyediakan informasi ini.

    Chart Peringkat Kecepatan.
    Tingkat Kualitas Ban : Uniform Tire Grading System atau UTGS.
    Keausan Telapak Ban.
    Daya Cengkeram.
    Temperatur.

    Tire Type” memberitahu Anda untuk kendaraan jenis apa ban ini dibuat. “P” berarti ban ini dibuat untuk kendaraan pengangkut penumpang. “LT” berarti ban inidibuatuntuk

    "light truck" atau kendaraan pengangkut barang yang tidak terlalu besar seperti pick-up .
    “Tire Width” memberitahu Anda ukuran ban diukur dari dinding yang satu ke dinding yang lain. Dalam contoh ini misalnya, lebar ban adalah 215 milimeter.

    Aspect Ratio” adalah perbandingan antara tinggi ban dan lebarnya. Dalam contoh ini 65 berarti tinggi ban adalah 65% dari lebar ban.

    Construction” memberitahu Anda bagaimana ban ini dirakit. “R” berarti “radial”, yang berarti bahwa benang-benang ply di tubuh ban ini yang merupakan lapisan yang membentuk badan dari ban, menutupi seluruh ban dari bead ke bead . “B” berarti bahwa ban ini termasuk jenis “bias construction”, yang berarti bahwa benang-benang ply dirajut secara diagonal melintasi ban dari bead ke bead, dengan arah lapisan silih berganti agar saling memperkuat.

    "Wheel Diameter" adalah lebar velg dari satu ujung ke ujung yang satu lagi. Diameter untuk velg ini adalah 15 inci.
    "Load Index" adalah angka yang menginformasikan beban maksimum dalam kilogram yang dapat dipikul oleh sebuah ban bila tekanan udaranya tepat. Anda bisa juga menemukan angka beban maksimum dalam kilogram dan pon di tempat lain di dinding samping ban.

    "Speed Rating" memberitahu Anda kecepatan maksimum untuk ban. “H” berarti bahwa ban tersebut dapat dipakai untuk kecepatan maksimum 210 kilometer per jam. Ingatlah bahwa peringkat ini hanya dimaksudkan untuk mengindikasikan kapabilitas kecepatan ban, dan sama sekali TIDAK DIANJURKAN bahwa Anda melampaui batas-batas kecepatan legal yang tertera di rambu-rambu lalu lintas. Selalu perhatikan batas-batas kecepatan yang diperbolehkan.

    Chart Peringkat Kecepatan

    Goodyear menyediakan banyak ban dalam versi kecepatan tinggi untuk mengimbangi kemampuan mobil-mobil tercepat di dunia. Secara umum dianjurkan agar setiap kali Anda harus mengganti ban untuk kecepatan tinggi Anda menggunakan ban dengan kapabilitas yang sama atau lebih tinggi lagi.
    Bila mobil Anda dilengkapi dengan ban-ban dengan sertifikasi peringkat kecepatan maksimum yang berbeda-beda, maka kecepatan maksimum dibatasi oleh sertifikasi kecepatan maksimum yang dimiliki ban dengan peringkat kecepatan paling rendah di mobil itu.
    Peringkat kecepatan tidaklah menunjukkan seberapa baik ban itu bekerja ataupun berbelok. Peringkat kecepatan hanya menjelaskan kemampuan ban itu bertahan dalam kecepatan tinggi.
    *The Goodyear Tire & Rubber Company” tidak merekomendasikan penggunaan produk-produknya di luar batas-batas kecepatan legal.

    "DOT" berarti bahwa ban ini mematuhi semua standar keselamatan yang diterapkan oleh Departemen Transportasi Amerika Serikat. Di sebelah DOT terdapat identifikasi atau nomor seri, yaitu kombinasi angka dan huruf sebanyak 12 digit.

    "UTQG" adalah singkatan dari “Uniform Tire Quality Grading”, yaitu sistem peringkat kualitas yang dikembangkan oleh Departemen Transportasi (DOT) Amerika Serikat.

    Tingkat Kualitas Ban: Uniform Tire Grading System atau UTGS
    Di luar ban-ban untuk jalanan bersalju, Departemen Transportasi mewajibkan semua pabrik ban menentukan tingkat kualitas ban untuk mobil penumpang berdasarkan tiga faktor kinerja, yaitu keausan telapak, daya cengkeram dan ketahanan terhadap temperatur tinggi. Daftar peringkat UTQG untuk setiap ban Goodyear yang dibuat untuk mobil penumpang dan mobil barang ringan dapat dibaca di “ Car/Light Truck Tire Catalog .”

    Keausan Telapak Ban
    * Di atas 100 – lebih baik
    * 100 - Baseline
    * Kurang dari 100 - lebih buruk
    Angka keausan telapak ban adalah peringkat komparatif berdasarkan tingkat kecepatan keausan ban ketika diuji di bawah kondisi yang dikontrol di track pengujian milik pemerintah. Angka 200 mengindikasikan bahwa ban itu akan dua kali lebih cepat mengalami keausan dibandingkan dengan ban yang mendapat angka 100 dalam track pengujian milik pemerintah. Seberapa lama Anda dapat menggunakan ban Anda tentulah tergantung pada kondisi-kondisi di mana Anda menjalankan kendaraan Anda dan juga dapat berbeda-beda sesuai dengan kebiasaan mengemudi Anda, kebiasaan merawat ban, perbedaan karakter jalan dan iklim. Catatan: Angka keausan telapak ban hanya berlaku sebagai perbandingan saja di antara lini-lini produk pabrik ban yang sama. Angka ini tidak berlaku dalam membandingkan produk-produk dari pabrik yang berbeda.

    Daya Cengkeram
    * A - Paling baik
    * B - Sedang
    * C - Cukup
    Grade daya cengkeram memperlihatkan kemampuan ban untuk stop di permukaan jalan yang basah diukur di bawah kondisi yang dikontrol dan di atas track pengujian khusus dengan permukaan aspal dan beton yang dimiliki pemerintah. Grade daya cengkeram ini didasarkan pada pengujian pengereman dengan “kemudi lurus ke depan,” Grade ini tidak mencerminkan kemampuan ban mencengkeram jalan ketika berbelok.

    Temperatur
    * A - Terbaik.
    * B - Sedang
    * C - Cukup
    Grade temperatur mengindikasikan kemampuan ban bertahan terhadap temperatur yang dihasilkan pada waktu diuji di bawah kondisi yang dikontrol di laboratorium dalam ruang khusus dengan menggunakan velg pengujian. Temperatur yang terus-menerus tinggi dapat menyebabkan material dalam ban mengalami kerusakan dan usianya menjadi pendek. Temperatur yang berlebihan dapat menyebabkan ban tidak bisa dipakai lagi. Ban-ban Goodyear menaati hukum Federal Amerika Serikat, yang mewajibkan setiap ban setidak-tidaknya memenuhi persyaratan minimal Grade C.

    cara menghubungkan timing light selain dibaterai

         Timing light merupakan alat yang digunakan untuk memeriksa dan menyetel saat pengapian sesuai dengan sudut putar poros engkol dimana secara langsung berhubungan dengan posisi piston Begitu saat pengapian disetel, selanjutnya  akan dikendalikan oleh system pengatur pegapian mekanik, vacuum atau elektronik.  Timing light yang digunakan bersamaan dengan meter pengatur pengapian memastikan system pemajuan pengapian bekerja sesuai dengan spesifikasi pabrik.


    Cara Cara Menggunakan Timing Light untuk tuning mesin:
    1. Pasang kabel Plus timing (Penjepit buaya warna merah).
    2. Pasang kabel Min Timing( Jepitbuaya hitam).
    3. Pasang Induktif sensor pada kabel busi no 1, dengan mengaitkan saja.


        Dweel tester dan tachometer merupakan dua buah alat yang diasatukan. Penyatuan kedua alat ukur ini dimaksudkan agar dapat digunakan secara bersamaan untuk mengukur sudut dweel/ sudut cam sistem pengapian menggunakan dweel tester dan untuk mengukur putaran mesin atau RPM (Rotary Per Minute) menggunakan tachometer. 

         Pengertian sudut dwell mengacu pada sudut pemutaran distributor selama kontak point tertutup. Sudut dwell harus diatur dengan benar sesuai spesifikasi pabrik, kalau tidak kerja system akan terganggu. Jika sudut dwell terlalu kecil (celah kontak point terlalu besar) koil pengapian mungkin tidak mendapat cukup waktu untuk membangkitkan medan magnit, yang akan menghasilkan tegangan sekunder yang lemah. Jika sudut dwell terlalu besar ( celah kontak point terlalu kecil ) tegangan induksi primer akan melompat diantara celah kontak point, bukannya mengisi kapasitor, collapsenya medan magnet pada coil menjadi lambat yang akan mengakibatkan tegangan scunder menjadi rendah.

         Keausan poros distributor atau mekanisme advancer dapat diidentifikasi dengan cara menaikkan putaran mesin atau memberikan kevacuuman yang berbeda pada unit vacuum dan mencatat variasi sudut dwell yang terbaca. Distributor yang memiliki perbedaan lebih dari 20 perlu diperbaiki.


    Cara Kerja Tachometer 

    Metode untuk mengukur data kecepatan putar pada tachometer : 
       1. Diukur langsung pada potensiometer. 
       2. Menggunakan penurunan waktu yang diambil untuk setiap pilihan celah yang dilewati cahaya laser. 

    Keadaan Overflow 

       1. Apabila kecepatannya terlalu lambat counter dapat mengalami overflow atau penghitungan yang dimulai dari nol lagi. 
       2. Untuk mengatasinya perlu ditambahi rangkaian tambahan yang memiliki one-shot (pemacu) tambahan. 

    Macam-Macam Tachometer 

    1. Tachometer optik 
    2. Tachometer Rotor bergigi 
    3. Tachometer DC 

    Pengoperasian Dwell Tester 

          Sambungan meter listrik biasanya ke terminal negatif coil pengapian dan massa. Skala arus harus dipilih sesuai jenis dan jumlah silinder. Hidupkan engine dan perhatikan pembacaan meter. Bila diperlukan stel celah kontak point. Periksa kembali pembacaan dwell meter.

    Catatan:

    • Selalu ikuti petunjuk penggunaan bila menggunakan dwell meter dimana sambungan setiap meter dapat berbeda pada berbagai engine.

    • Sudut dwell pada system pengapian elektronik sudah tertentu dan tidak dapat disetel.


    Rem terdiri dari beberapa jenis, diantaranya berdasarkan konstruksinya yang terdiri dari rem cakram dan rem tromol. Untuk saat ini saya membahas tentang Rem Tromol

    komponen :

    • Tromol
    • Silinder Roda
    • Sepatu Rem
    • Kampas Rem
    • Pegas Pengembali

    Rem Tromol pada kendaraan mobil biasanya dipakai pada roda belakang.


     












    Cara Kerja :

    Saat pengemudi menginjak pedal rem, master silinder menekan fluida kemudian fluida meneruskan tekanan ke silinder roda, silinder roda kemudian menekan sepatu rem yang akhirnya sepatu rem yang membawa kampas  rem menekan tromol dan menimbulkan gesekan antara kampas rem dan tromol, gesekan inilah yang menyebabkan kendaraan melambat atau berhenti.

    Macam-macam rem tromol

    • Tipe leading and trailing
    • Tipe uniservo
    • Tipe duoservo
    • Tipe two leading single action
    • Tipe two leading double action






    A. Tipe leading and trailing
    Jenis ini hanya menggunakan sebuah satu silinder roda dengan dua piston di dalamnya. Sepatu roda yang tidak berhubungan dengan silinder roda ditumpu oleh anchor pin sehingga tidak dapat bergerak. Gaya pengereman tipe ini sama kekuatannya pada saat maju atau mundur sehingga lebih cocok untuk rem roda belakang.


    B. Tipe uniservo
    Tipe ini hanya memiliki satu silinder roda dan satu piston didalamnya, sepatu rem yang tidak berhubungan dengan sepatu rem masih dapat bergerak. Kekuatan pengereman jenis ini lebih kuat  pada saat maju dibanding mundur, sehingga lebi cocok untuk rem depan.

    C. Tipe duoservo
    Tipe ini hampir sama dengan tipe leading and trailing, perbedaannya pada sepatu rem yang tidak berhubungan dengan silinder roda tidak diikat mati, atau diikat mengambang sehingga dapat bergerak. Seperti pada tipe uniservo, tekanan hidraulis yang diterima sepatu rem diteruskan ke sepatu rem yang lain. Kekuatan pengereman tipe ini sama kuatnya antara maju dan mundur, sehingga lebih cocok untuk rem belakang tetapi kekuatan pengeremannya lebih kuat dinanding tipe leading and trailing.


    D. Tipe Two laeding single action
    Tipe two leading shoe dibagi menjadi dua,yaitu single action dan double action. Tipe single action two leading shoe mempunyai dua silinder roda yang masing-masing mempunyai satu piston tiap sisinya. Apabila rem bekerja pada kendaraan bergerak maju,maka kedua sepatu rem akan berfungsi sebagai leading shoe.
    E. Tipe Two Leading Double Action
    Konstruksi model ini dilengkapi dengan dua buah silinder roda yang dipasang di atas dan di bawah sepatu primer dan sekunder. Pada model ini baik maju maupun mundur kedua sepatu menjadi trailling.

         Penggerak 4 roda (four-wheel drive disingkat 4WD atau 4X4) adalah istilah yang dipakai pada kendaraan yang memiliki tenaga penggerak pada keempat rodanya. Kendaraan yang memiliki kemampuan 4×4 bertujuan untuk mendapatkan traksi yang memadai dalam segala kondisi jalan, misalnya, untuk digunakan di medan yang berat sepertitanjakan terjaljalan licin ataupun jalan yang berlumpur, umumnya kendaraan jenis ini bertipe jeep atau SUV.
    Cara kerja
         Pada kendaraan dengan penggerak 4 roda, mesin dihubungkan dengan diferensial tengah (transfer case) yang membagi tenaga ke roda belakang dan roda depan. Karena pada saat menggunakan penggerak 4 roda, penggunaan energi lebih tinggi, biasanya penggerak 4 roda hanya digunakan pada saat dibutuhkan saja, dengan mengaktifkan melalui tombol atau tuas tertentu.

    Model dan jenis

    Berdasarkan model dan jenisnya, dapat dikelompokan sebagai berikut :
    • Part time. Pengoperasian 4WD hanya pada saat tertentu sesuai kondisi jalan.
    • Full time. 4WD selalu terpasang dalam segala kondisi jalan.
    • Manual. Pengaktifan 4WD dilakukan secara mekanis dengan mengerakan tuas tertentu. Pada beberapa jenis kendaraan bahkan perlu diputar as pada poros rodanya.
    • Otomatis. Pengaktifan 4WD dilakukan dengan tombol (semi automatic) atau sensor tertentu (full automatic).
    Dalam aplikasinya, berbagai kendaraan mengkombinasikan keempat model atau jenis tersebut di atas.
    (source: Wikipedia)

    Penggerak kendaraan memiliki peran penting dalam stabilitas dan traksi. Sistem penggerak yang baik akan memiliki stabilitas dan traksi kontrol yang baik. Tetapi semua itu tergantung medan di mana kendaraan digunakan. Contoh, kendaraan denganComputerized All Whell Drive, tidak akan banyak berarti ketika yang mengendarai kakek-nenek di jalan kota yang penuh macet. Tidak ada sistem penggerak yang terbaik, yang ada adalah sistem penggerak sesuai dengan fungsi dan medannyalah yang terbaik. Tetapi tidak ada salahnya memahami beberapa tipe penggerak kendaraan, sehingga memudahkan untuk memahami ketika akan membeli kendaraan.

    Prinsip dan cara kerja sistem penggerak adalah menyalurkan dan menditribusikan power dari primemover (bisa mesin, atau motor listrik atau gabungan diantara keduanya) ke setiap roda (atau roda tertentu saja). Pendistribusian power yang tepat maka akan berdampak pada power yang efektif dan efisien, yang akhirnya akan membuat kendaran menjadi lebih irit.

    2WD (two wheels drive)
    Kendaraan dengan tipe penggerak ini hanya menggerakkan 2 roda saja (kiri dan kanan).Pendistribusian tenaga antara kiri dan kanan diatur oleh differential gear (gardan) secara otomatis, ketika kendaraan belok atau menikung. Kendaraan tipe ini dikategorikan menjadi 2, yaitu rear whell drive (gardan dibelakang) dan front wheel drive (gardan didepan). Pada kendaraan tua dan kendaraan dengan load besar, umumnya menggunakan penggerak roda belakang. Penggerak roda depan memiliki stabilitas yang lebih baik, tetapi tidak sesuai untuk kendaraan dengan beban besar. Kendaraan dengan kategori kecil lebih sesuai menggunakan sistem penggerak roda depan.

    4WD (four wheels drive)
    kendaraan tipe ini mempunyai kemampuan mendistribusikan power dari mesin ke seluruh roda dengan perbandingan distribusi antara gardan depan dan belakang dengan rasio tertentu. Misal, 40 % untuk gardan depan, 60 % untuk gardan belakang. Tipe penggerak untuk 4WD memiliki beberapa kategori :

    • Part time 4WD
    Pada sistem ini, 4WD tidak fix untuk selamanya tetapi dapat di non aktifkan sesuai dengan kebutuhan. Sistem pemindahkan dari 2WD ke 4WD harus dilakukan secara manual dengan memindahkan tuas. Dalam kondisi normal, system akan berjalan dengan 2WD. Kendaraan yang mengggunakan system ini tidak dirancang untuk kondisi jalan kering atau jalan raya, karena berakibat system gear cepat aus. Sistem low-range gear menyebabkan kendaraan merambat dengan pelan, tapi mampu mengatasi rintangan yang cukup berat. Sistem ini umumnya digunakan oleh kendaraan tua bertipe Jeep. Kelemahan sistem ini adalah distribusi power antara gardan depan dan belang tidak dapat diatur sesuai kebutuhan atau otomatif. Kelemahan yang lain adalah pemindahan dari 2WD ke 4WD (atau sebaliknya) harus dengan manual dan pada umunya kendaraan harus dalam kondisi bergenti. Perpindahan dari 2WD ke 4WD atau sebaliknya tidak dapat dilakukan on the fly (sambil jalan). Beberapa kendaraan yang menggunakan system ini adalah : Jimny, Wrangler, Nissan, Chevrolet Blazer, Cherokee, Nissan Pathfinder, Toyota 4Runner, Mazda.

    • Selectable 4WD
    Sistem ini lebih fleksibel dalam melakukan pemilihan jenis penggerak yang digunakan apakah 2WD, full time 4WD, ataupun part time 4WD dalam memberikan traksi yang maksimal. Pada waktu menghadapi medan yang cukup berat, central differential akan otomatis mengunci untuk memberikan traksi yang kuat. Pada waktu belok, center differential akan mengatur roda depan dan belakang berputar secara independen. Sistem ini dapat menembus medan berat seperti lumpur, dapat digunakan di jalan aspal. Sistem ini delangkapi pula dengan low-range gear. Kekurangan dari sistem ini adalah :proses aktivasi dilakukan secara manual. Beberapa kendaraan yang menggunakan system ini antara lain : Isuzu Tropper, Acura SLX, Ford Expedition, Grand Cherokee, Mitsubishi Montero, Jeep Cherokee.

    • Permanent 4WD
    Sistem ini dilengkapi juga dengan low-range gear dan center differential. Sistem ini dapat digunakan di jalan aspal maupun jalan berlumpur. Proses penguncian dilakukan secara otomatis. Sistem ini mempunyai kemampuan off-road setara dengan part-time 4WD, tetapi masih bisa digunakan di jalan aspal, sedangkan part-time tidak bisa digunakan di jalan aspal karena system gear akan cepat aus. Adanya center differential dapat melakukan penguncian secara otomatis dalam meningkatkan daya traksi. Tetapi harga sistem ini lebih mahal dibandingkan dengan sistem lain. Beberapa kendaraan yang menggunakan system ini antara lain : Mercedes-Bens ML320, Toyota Land Cruiser, Lexus LX470, Range Rover, Jeep Grand Cherokee, Ford Explorer V6.

    4wd04
    • All wheel drive (AWD)
    Disebut juga dengan Full-Time 4WD. Pada sistem ini ke-4 roda adalah tidak ada saling ketergantungan (independent). Distribusi power diatur oleh cpu (komputer). Sistem ini umunya sudah dilengkapi dengan sistem pengendali traksi secara otomatis. Misal, saat roda kanan depan dan belakang pada tempat yang basah, secara otomatis komputer akan memberikan traksi dan porsi tenaga yang lebih besar untuk roda depan dan belakang sebelah kanan. Contoh yang lain, misal mobil dalam kondisi menikung ke kiri, secara otomatis roda kanan belakang akan mendapatkan porsi tenaga lebih besar. Sistem ini mudah digunakan dan dengan seketika akan menyalurkan daya ke roda dengan kuat. AWD dapat digunakan di jalan aspal. Centre Differential berfungsi secara otomatis dalam mengunci atau membuka. Kemampuan AWD ini tidak sehebat 4WD karena tidak dilengkapi dengan low-range gearSistem AWD ini cukup efisien Untuk menembus lorong-lorong hutan, padang pasir, jalan berkerikil.

    Sistem penggerak drive train pada 4X4
    Drive Train merupakan suatu komponen dengan beberapa mekanisme yang berfungsi memindahkan daya/ tenaga yang dihasilkan mesin untuk menjalankan roda dan kendaraan. Dengan adanya Drive Train maka mobil dapat bergerak atau berjalan.

    • Clutch
    Komponen ini mempunyai fungsi untuk meneruskan dan melepaskan daya dari mesin ketika gir berpindah dalam kondisi berjalan atau berhenti.

    • Transaxle
    Transmisi dan differential yang menjadi satu, bagian ini digunakan pada kendaraan penggerak roda depan.

    • Differential
    Komponen ini mempunyai tiga fungsi yaitu merubah arah dari daya bergerak, mengurangi daya dari propeller shaft, dan membedakan putaran untuk roda ketika membelok.

    • Drive Shaft
    Komponen yang berfungsi meneruskan daya yang terbagi ke setiap roda dari differential.

    • Transmission
    Komponen ini meneruskan dan mengatur kecepatan dan daya dari mesin yang diakibatkan oleh gigi kecepatan yang digunakan, kemudian dilanjutkan ke pemutar roda.

    • Propeller Shaft
    Suatu mekanisme penghubung yang meneruskan daya dari transmisi ke differential (kendaraan mesin di depan dengan penggerak roda belakang).